Senin, 15 April 2013

Pentingnya Organisasi Kepariwisataan

Menurut saya, jika sistem kepariwisataan di negeri kita, memang memerlukan pentingnya peran oraganisasi, di karenakan bahwa disetiap objek wisata memerlukan adanya koordinasi, terutama dalam mengembangkan objek wisata, perencanaan yaitu rencana yang dapat membuat objek wisata berkembang kearah yg lebih baik. Dan memerlukan adanya peraturan, yaitu maupun peraturan undang-undang, keputusan presiden, keputusan menteri, dan keputusan pemerintah.
 
Disamping itu diperlukan juga adanya penelitian dan pengawasan, yang dimaksud pengawasan disini adalah penilaian, perizinan usaha pariwisata, dan mengklasifikasi.
Dan agar bergeraknya usaha pariwisata tersebut, dibutuhkan adanya pengoperasian, pemasaran yang dapat dilakukan oleh organisasi-organisasi terkait.
Pendidikan dan pelatihan juga tak dapat dipisahkan, agar terjaganya usaha kepariwisataan, diperlukan adanya generasi penerus, dan melalui pendidikan dan pelatihan itulah usaha-usaha tersebut akan terealisasikan.

Sarana Dan Prasarana Objek Wisata



Menurut James J. Spillane (1994: 63-72) suatu obyek wisata atau destination, harus meliputi 5 (lima) unsur yang penting agar wisatawan dapat merasa puas dalam menikmati perjalanannya, maka obyek wisata harus meliputi :

1. Attractions
Merupakan pusat dari industri pariwisata. Menurut pengertiannya attractions mampu menarik wisatawan yang ingin mengunjunginya. Motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat tujuan wisata adalah untuk memenuhi atau memuaskan beberapa kebutuhan atau permintaan. Biasanya mereka tertarik pada suatu lokasi karena ciri- ciri khas tertentu. Ciri-ciri khas yang menarik wisatawan adalah :
a) Keindahan alam.
b) Iklim dan cuaca.
c) Kebudayaan.
d) Sejarah.
e) Ethnicity-sifat kesukuan.
f) Accessibility-kemampuan atau kemudahan berjalan atau ketempat tertentu.
2. Facility
Fasilitas cenderung berorientasi pada attractions disuatu lokasi karena fasilitas harus dekat dengan pasarnya. Fasilitas cenderung mendukung bukan mendorong pertumbuhan dan cenderung berkembang pada saat yang sama atau sesudah attractions berkembang. Suatu attractions juga dapat merupakan fasilitas. Jumlah dan jenis fasilitas tergantung kebutuhan wisatawan. Seperti
fasilitas harus cocok dengan kualitas dan harga penginapan, makanan, dan minuman yang juga cocok dengan kemampuan membayar dari wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.
3. Infrastructure
Attractions dan fasilitas tidak dapat tercapai dengan mudah kalau belum ada infrastruktur dasar. Infrastruktur termasuk semua konstruksi di bawah dan di atas tanah dan suatu wilayah atau daerah. Yang termasuk infrastruktur penting dalam pariwisata adalah :
a) Sistem pengairan/air
Kualitas air yang cukup sangat esensial atau sangat diperlukan.
Seperti penginapan membutuhkan 350 sampai 400 galon air per
kamar per hari.
b) Sumber listrik dan energi
Suatu pertimbangan yang penting adalah penawar tenaga energy yang tersedia pada jam pemakaian yang paling tinggi atau jam puncak (peak hours). Ini diperlukan supaya pelayanan yang ditawarkan terus menerus.
c) Jaringan komunikasi
Walaupun banyak wisatawan ingin melarikan diri dari situasi biasa yang penuh dengan ketegangan, namun ada juga sebagian yang masih membutuhkan jasa-jasa telepon dan/atau telgram yang tersedia.
d) Sistem pembuangan kotoran/pembuangan air
Kebutuhan air untuk pembuangan kotoran memerlukan kira-kira 90 % dari permintaan akan air. Jaringan saluran harus didesain berdasarkan permintaan puncak atau permintaan maksimal.
e) Jasa-jasa kesehatan
Jasa kesehatan yang tersedia akan tergantung pada jumlah tamu yang diharapkan, umumnya, jenis kegiatan yang dilakukan atau faktor-faktor geografis lokal.
f) Jalan-jalan/jalan raya
Ada beberapa cara membuat jalan raya lebih menarik bagi wisatawan :
- Menyediakan pemandangan yang luas dari alam semesta.
- Membuat jalan yang naik turun untuk variasi pemandangan.
- Mengembangkan tempat dengan pemandangan yang indah.
- Membuat jalan raya dengan dua arah yang terpisah tetapi sesuai dengan keadaan tanah.
- Memilih pohon yang tidak terlalu lebat supaya masih ada pemandangan yang indah.
 4. Transportation
Ada beberapa usul mengenai pengangkutan dan fasilitas yang dapat menjadi semacam pedoman termasuk :
a) Informasi lengkap tentang fasilitas, lokasi terminal, dan pelayanan pengangkutan lokal ditempat tujuan harus tersedia untuk semua penumpang sebelum berangkat dari daerah asal.
b) Sistem keamanan harus disediakan di terminal untuk mencegah kriminalitas.
c) Suatu sistem standar atau seragam untuk tanda-tanda lalu lintas dan simbol-simbol harus dikembangkan dan dipasang di semua bandar udara.
d) Sistem informasi harus menyediakan data tentang informasi pelayanan pengangkutan lain yang dapat dihubungi diterminal termasuk jadwal dan tarif.
e) Informasi terbaru dan sedang berlaku, baik jadwal keberangkatan atau kedatangan harus tersedia di papan pengumuman, lisan atau telepon.
f) Tenaga kerja untuk membantu para penumpang.
g) Informasi lengkap tentang lokasi, tarif, jadwal, dan rute dan pelayanan pengangkutan lokal.
h) Peta kota harus tersedia bagi penumpang.
5. Hospitality (keramahtamahan)
Wisatawan yang sedang berada dalam lingkungan yang belum mereka kenal maka kepastian akan jaminan keamanan sangat penting, khususnya wisatawan asing.
Dalam melakukan pengembangan pariwisata, tentu tidak lepas dari peran organisasi kepariwisataan. Dalam tulisan ini yang dimaksudkan atau di titik beratkan yakni pada organisasi kepariwisataan pemerintah, yaitu Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) yang mempunyai tugas dan wewenang serta kewajiban untuk mengembangkan dan memanfaatkan aset daerah yang berupa obyek-obyek wisata.
Sebagaimana suatu organisasi yang diberi wewenang dalam pengembangan pariwisata diwilayahnya, maka ia harus menjalankan kebijakan yang paling menguntungkan bagi daerah dan wilayahnya, karena fungsi dan tugas dari organisasi pariwisata pada umumnya adalah :
1. Berusaha memberikan kepuasan kepada wisatawan yang datang berkunjung ke daerahannya dengan segala fasilitas dan potensi yang dimilikinya.
2. Melakukan koordinasi diantara bermacam-macam usaha, lembaga,
instansi dan jawatan yang ada dan bertujuan untuk mengembangkan industri pariwisata.
3. Mengusahakan memasyarakatkan pengertian pariwisata pada orang banyak, sehingga mereka mengetahui untung dan ruginya bila pariwisata dikembangkan sebagai suatu industri.
4. Mengadakan program riset yang bertujuan untuk memperbaiki produk wisata dan pengembangan produk-produk baru guna dapat menguasai pasaran diwaktu-waktu yang akan datang.
5. Menyediakan semua perlengkapan dan fasilitas untuk kegiatan pemasaran pariwisata, sehingga dapat diatur strategi pemasaran keseluruh wilayah.
6. Merumuskan kebijakan tentang pengembangan kepariwisataan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan secara teratur dan berencana. (Yoeti, 1997: 48).

Selain itu perlu pula disiapkan beberapa hal, seperti sumber daya yang ada, mempersiapkan masyarakatnya serta kesiapan sarana penunjanglainnya, karena bagaimanapun juga wisatawan menghendaki pelayanan yang memuaskan.





Sumber :


http://beritamanado.com/pariwisata/pengembangan-pariwisata-dan-peran-organisasi-kepariwisataan-kota-manado/57635/

Kamis, 28 Maret 2013

Pariwisata : Hubungan antara Pariwisata dan Pendidikan



Hubungan antara Pariwisata dan Pendidikan

Seperti yang kita ketahui, bahwa di Indonesia ini banyak terdapat daerah-daerah yang memiliki potensi sebagai objek wisata. Dan tak dapat dipungkiri bahwa objek-objek wisata yang berupa warisan berharga mesti diiringi dengan terdapatnya sumber daya manusia yang kompetitif dalam memajukan objek wisata tersebut.
Maka dari itu, pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang kita butuhkan untuk mengolah, menjaga, dan merawat objek wisata kita.
Hubungan pariwisata dan pendidikan sangatlah erat kaitannya, apalagi pada zaman sekarang ini, banyak sekali masyarakat yang ingin memenuhi hubungan tersier dalam hidupnya.
Karena kebutuhan manusialah yang mendorong untuk membuat suatu organisasi pendidikan, khususnya dalam bidang pariwisata.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa saat ini banyak sekali sekolah-sekolah yang bergerak dalam bidan pariwisata, contohnya perhotelan, tata boga, dll. Maka dari itu, sangatlah jelas sekali bahwa hubungan antara pendidikan dan pariwisata tidak bisa dipisahkan.

Pariwisata : Hubungan antara Budaya dan Pariwisata



Hubungan antara budaya dan pariwisata

Dewasa ini, bahwa terdapat beberapa masyarakat Indonesia khususnya kaum remaja dan pemuda yang kurang tertarik dengan budaya bangsanya sendiri, dan lebih menyukai budaya dari negeri / bangsa seberang. Mengapa demikian?
Saya pribadi pun tidak tahu pasti apa penyebabnya, namun saya dapat menyimpulkan dan menyadari sesuatu, bahwa tidak hanya bangsa kita sendiri yang mengalami “tertarik terhadap bangsa lain” karena bangsa-bangsa lain pun mengalami hal yang sama, apalagi terhadap budaya-budaya yang dianggap “tidak biasa” dan menarik untuk dilihat dan dipelajari yang kadang membuat mereka penasaran.
Contohnya terhadap budaya daerah kita yang terdapat di Bali misalnya, kenapa turis-turis mancanegara banyak dan tak henti-hentinya berdatangan ke Pulau yang terkenal dengan pantai Kutanya tersebut? Yak, tidak lain dan tidak bukan karena budaya daerahnya yang masih sangat kental dan menarik bagi turis-turis mancanegara yang memiliki rasa ingin tahu  untuk dijadikan tujuan objek wisata yang tak terlupakan.