Kamis, 28 Maret 2013

Pariwisata : Jam Gadang Tujuan Wisata Sejarah



Jam Gadang
Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti "jam besar".
Selain sebagai pusat penanda kota Bukittinggi, Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat baik di hari kerja maupun di hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.
Sejak didirikan, menara jam ini telah mengalami tiga kali perubahan pada bentuk atapnya. Awal didirikan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, atap pada Jam Gadang berbentuk bulat dengan patung ayam jantan menghadap ke arah timur di atasnya. Kemudian pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi bentuk klenteng. Terakhir setelah Indonesia merdeka, atap pada Jam Gadang diubah menjadi bentuk gonjong atau atap pada rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.
Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur, dan pasir putih. Keunikan dari Jam Gadang sendiri adalah pada kesalahan penulisan angka empat (IV) pada masing-masing jam yang tertulis "IIII". Kesahalan penulisan tersebut juga sering terjadi di belahan dunia, seperti angka 9 yang ditulis "VIIII" (seharusnya IX) ataupun angka 28 yang ditulis "XXIIX" (seharusnya XXVIII).

Jadi, Jam Gadang sangatlah cocok untuk menjadi salah satu tujuan kitan untuk melakukan wisata, disamping keunikannya, Jam Gadang juga menyuguhkan sensasi sejarah yang masih kental.


Pariwisata : Pesona Lembah Harau



Lembah Harau
Lembah Harau adalah sebuah lembah dalam bersisi terjal yang terbentuk akibat erosi aliran air sungai di dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, propinsi Sumatera Barat. Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter. Lembah Harau dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Berjalan menuju Lembah Harau amat menyenangkan. Dengan udara yang masih segar, Anda bisa melihat keindahan alam sekitarnya. Tebing-tebing granit yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi lembah. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80 m hingga 300 m. Dari mulai saat memasuki Lembah Harau, kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau sepanjang jalan. Sangatlah cocok kalau sebagian pemanjat yang telah mengunjungi tempat ini memberi julukan Yosemite nya Indonesia. Tempat ini sudah lama menarik perhatian orang. Sebuah monumen peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta merupakan bukti bahwa Lembah Harau sudah sering dikunjungi orang sejak 1926.
Menyaksikan hamparan sawah yang indah, itu hal yang sudah biasa. Namun, jika hamparan sawah itu diapit oleh tebing tebing tegak lurus menjulang setinggi sekitar 150 meter hingga 200 meter, orang pasti akan berdecak kagum. Pemandangan itu bisa dilihat di Lembah Harau, Keindahan masih bertebaran di dataran tingginya. Di sana ada cagar alam dan suaka margasatwa. Lembah Harau seluas 270,5 hektar. Tempat ini ditetapkan sebagai cagar alam sejak 10 Januari 1993. Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang acap terlihat di kawasan ini.

Pariwisata : Mengenal Taman Nasional Ujung Kulon



Taman Nasional Ujung Kulon

Taman wisata satwa ini terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1122.956 Ha, yang terbentang dari tanjung Ujung Kulon sampai Samudera Hindia.
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional.
Taman Nasional Ujung Kulon adalah Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.
Pada awalnya Ujung Kulon merupakan daerah pertanian dan pemukiman pada beberapa masa sampai pada saat Gunung Krakatau meletus dan menghancur leburkannya pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.
Taman nasional ini juga memiliki beberapa situs penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.
Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.
Tapi itu semua akan percuma, jika bukan kita sendiri yang harus merawat dan melestarikannya sebagai asset wisata internasional.

Minggu, 17 Maret 2013

Manfaat Pariwisata dan Persiapan Sebelum Berwisata

Ada banyak sekali manfaat dan keuntungan bidang pariwisata bila direncanakan dan diarahkan dengan baik. Manfaat dan keuntungan tersebut dapat terlihat dan dirasakan baik dari segi ekonomi (kesejahteraan), sosial budaya, politik (berbangsa dan bernegara), dan lingkungan hidup.


Manfaat Ekonomi (Kesejahteraan)
Meningkatnya arus wisatawan ke suatu daerah atau wilayah, menuntut macam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat baik jumlah dan ragamnya. Hal ini member manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha, dan pemerintah setempat; seperti :
Penerimaan Devisa : Masuknya wisatawan mancanegara akan membawa valuta asing, yang berarti akan memperkuat neraca pembayaran dan perdagangan. Penerimaan devisa negara dari pariwisata bersumber dari :
  • Uang yang dikeluarkan atau dibelanjakan oleh wisatawan asing selama yang bersangkutan melakukan kunjungan, berupa pengeluaran untuk penginapan (akomodasi), makan dan minum, transportasi lokal dan tour, cenderamata, tip, dan lain-lain.
  • Biaya yang diterima oleh perusahaan penerbangan dimana wisatawan yang berkunjung dimasukkan sebagai penerimaan sektor pariwisata.
  • Investasi bidang pariwisata.
  • Biaya promosi pariwisata dari negara lain.
Kesempatan Berusaha : Kesempatan berusaha menjadi terbuka luas, baik usaha yang langsung untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Lapangan usaha langsung seperti usaha akomodasi, restoran dan rumah makan, biro perjalanan, toko cenderamata, sanggar-sanggar kerajinan dan seni, pramuwisata, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Lapangan usaha tidak langsung seperti pertanian, perikanan, peternakan, perindustrian dan kerajinan, industri olah raga, industri pakaian jadi, dan lapangan usaha lain yang berkaitan dengan kebutuhan manusia.
Terbukanya Lapangan Kerja : Luasnya kesempatan dalam berusaha, berarti akan membuka lapangan kerja baik lapangan kerja diberbagai usaha yang langsung memenuhi kebutuhan wisatawan maupun yang tidak langsung. Sektor pariwisata merupakan sektor padat karya, karena kegiatannya lebih banyak pelayanan jasa yang membutuhkan tenaga manusia. Lapangan kerja yang tidak langsung seperti peternak, petani sayur mayur, pengrajin, seniman, penjual eceran, dan lain-lain yang menyerap banyak tenaga kerja.
Meningkatnya Pendapatan Masyarakat Dan Pemerintah : Wisatawan yang datang berkunjung akan mengeluarkan sebagian dari uangnya untuk keperluan selama perjalanannya. Hal ini akan menambah pendapatan masyarakat setempat, seperti biaya penginapan, angkutan local, makan minum, cenderamata dan pembelian jasa-jasa, dan barang lainnya. Disamping itu pemerintah setempat pun akan memperoleh pendapatan berupa pajak-pajak dari perusahaan dan dari uang asing yang dibelanjakan oleh wisatawan.
Mendorong Pembangunan Daerah : Berkembangnya kepariwisataan di daerah akan mendorong pemerintah daerah dan masyarakat mempersiapkan dan membangun prasarana dan sarana yang diperlukan seperti pembangunan dan perbaikan jalan, instalasi air, instalasi listrik, pembenahan obyek dan daya tarik wisata, perbaikan lingkungan, pengkondisian masyarakat, penataan kelembagaan dan pengaturan, dan lain sebagainya. Selain itu juga akan mendorong investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana akomodasi, usaha jasa biro perjalanan, restoran dan rumah makan serta lain-lain. 


Manfaat Sosial Budaya
Pembangunan dan pengembangan pariwisata akan mempunyai dampak positif dalam bidang sosial budaya, seperti :
  1. Pelestarian Budaya Dan Adat Istiadat Salah satu sasaran wisatawan dalam melakukan perjalanan adalah untuk menikmati, mengagumi dan mempelajari kebudayaan, dan adat istiadat serta sejarah suatu bangsa. Oleh karena itu seni dan budaya serta tata cara hidup yang unik dan khas perlu dipertahankan dan dikembangkan.
  2. Meningkatkan Kecerdasan Masyarakat Masyarakat yang dikunjungi akan banyak belajar dari wisatawan yang berkunjung, demikian pula dengan yang datang berkunjung akan banyak belajar dari kunjungannya dengan cara melihat, mendengar, dan merasakan segala sesuatu yang dijumpai selama dalam perjalanannya. Dengan demikian, pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.
  3. Meningkatkan Kesehatan Dan Kesegaran Banyak orang yang terkena sakit, baik jasmani maupun mentalnya, seperti stress dan ketegangan karena kelelahan, kejenuhan dan kebosanan akibat perjalanan, dan tekanan sehari-hari. Salah satu obat untuk mengembalikan kesegaran jasmani maupun rohani adalah dengan melakukan perjalanan wisata, seperti rekreasi, wisata olah raga, ziarah, menikmati pemandangan dan udara segar di alam terbuka, dan berkunjung ke tempat keluarga atau kenalan.
  4. Mengurangi Konflik Sosial Sering terjadi saling curiga antara suatu penduduk dengan penduduk lainnya, karena kurang saling mengenal, baik dalam soal adat istiadat, budaya sejarah, kebiasaan maupun perbedaan tingkat sosial. Saling berkunjung melalui berwisata dapat mengurangi atau menghilangkan saling curiga dan kecemburuan sosial, karena terjadinya komunikasi dan saling mengenal satu sama lainnya.
Manfaat Dalam Berbangsa Dan Bernegara (Politik)
  1. Saling berkunjung dan saling mengenal penduduk merupakan kunci mempererat persatuan dan kesatuan.
  2. Dengan lebih banyak mengenal kekayaan dan keindahan tanah air, melalui kunjungan wisata akan menumbuhkan rasa memiliki, keinginan untuk memelihara dan mempertahankan negara yang pada gilirannya tumbuh rasa cinta terhadap tanah air.
  3. Memelihara hubungan baik internasional dalam hal pengembangan pariwisata mancanegara, terjadi saling kunjungan antar bangsa sebagai wisatawan, sebagaimana halnya dalam pariwisata nusantara, akan terjadi pula kontak-kontak langsung yang akan menumbuhkan saling pengertian terhadap perbedaan, dan akan menumbuhkan inspirasi untuk selalu mengadakan pendekatan dan saling menghormati.
Manfaat Bagi Lingkungan
Pembangunan dan pengembangan pariwisata bila diarahkan dan direncanakan secara baik, akan dapat membantu dalam memelihara lingkungan. Pariwisata pada umumnya berusaha untuk memperkenalkan hal-hal yang asli dan unik, segala sesuatu yang rapih, bersih dan menyenangkan wisatawan. Oleh karena hal-hal tersebut yang diinginkan wisatawan. Dalam pariwisata, benda-benda yang menjadi obyek kunjungan akan tetap terpelihara baik, oleh karena yang menjadi sasaran pengunjung adalah obyek-obyek tersebut. Pengembangan pariwisata diarahkan agar dapat memenuhi keinginan wisatawan, seperti hidup tenang, bersih, jauh dari polusi, santai, dapat mengembalikan kesehatan fisik maupun mental. Dengan demikian pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan, disamping akan memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada.

Sumber : http://rafansdetik.blogdetik.com/index.php/2012/04/29/ilmu-pengetahuan-pariwisata-manfaat-pariwisata/




















Tips Persiapan Berwisata

Berwisata memerlukan Persiapan yang matang dan Baik, Berwisata merupakan hal yang diinginkan oleh setiap orang. Berwisata bukan harus keluar negeri, Berwisata bisa juga dilakukan di dalam negri atau didalam kota misalnya mengunjungi taman-taman kota, ketempat - tempat ibadah, ke Museum-museum, Mendaki gunung dan banyak lagi.
Kali ini saya akan membahas Persiapan Berwisata secara umum, baik yang domestik atau pun mancanegara. baik juga yang murah maupun yang mahal sekalipun.
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh wisatawan sebelum melakukan perjalanan wisata.


Tips Persiapan Berwisata antara lain :

  1. Niat Untuk Wisata, Niat ini menentukan kearah mana anda akan melakukan perjalan.
  2. Pilih dan tentukan Waktu Yang Tepat Berwisata, Berwisata sebaiknya dilakukan tidak sembarang waktu karena akan mempengaruhi aktifitas wisatanya. misal : wisata pada saat liburan terakhir, maka kita akan menemui beberapa kendala dalam wisata seperti: macet, tiket tempat wisata habis, lahan parkir nya susah dan segudang masalah, sehingga liburan nya jadi kurang menyenangkan.
  3. Persiapan Fisik, sebelum anda melakukan wisata pastikan anda menjaga kesehatan dengan baik, pola makan, tidur dan berbagai tips kesehatan lainnya. Karena bila anda mengalami sakit pada saat wisata maka kegiatan wisata jadi kurang menyenangkan karena sedang sakit.
  4. Persiapan Peralatan, sebelum memulai wisata persiapkan barang-barang anda dengan baik dan kalau perlu dibuat list daftar barang bawaannya, agar tidak ada yang ketinggalan. pastikan membawa barang secukupnya, karena itu bisa mempermudah perjalanan anda, bila anda membawa membawa barang terlalu  banyak maka akan menambah sedikit masalah, karena sepulang anda dari tempat wisata pastilah akan membawa oleh-oleh buat orang yang terdekat, itupun bisa menjadi masalah dalam Berwisata.
  5. Pilih Travel Wisata yang Terpercaya, hal ini agar dipastikan bahwa perjalanan anda berjalan dengan baik.
  6. Dan Jangan Lupa Berdo'a, untuk kita meminta restu kepada sang pecipta supaya dimudahkanNya dalam Berwisata dan selamat pulang pergi.amin
Sekian Tips Persiapan Berwisata dari saya, semoga bermanfaat bagi anda.
Sumber : http://silminapunya.blogspot.com/2012/10/tips-persiapan-berwisata-ala-cheria.html

Minggu, 27 Januari 2013

JAKARTA

Sejarah Jakarta



Nama Jayakarta diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, yang merupakan kedudukan pusat pemerintahan kota Batavia. Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lilngkungan cepat rusak, sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. Semangat nasionalisme Indonesia di canangkan oleh para mahasiswa di Batavia pada awal abad ke-20.

Sebuah keputusan bersejarah yang dicetuskan pada tahun 1928 yaitu itu Sumpah Pemuda berisi tiga buah butir pernyataan , yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan : Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945), nama Batavia diubah lagi menjadi Jakarta. Pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta dan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan. Kedaulatan Indonesia secara resmi diakui pada tahun 1949. Pada saat itu juga Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada tahun 1966, Jakarta memperoleh nama resmi Ibukota Republik Indonesia. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Perkembangan yang cepat memerlukan sebuah rencana induk untuk mengatur pertumbuhan kota Jakarta. Sejak tahun 1966, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Kekayaan budaya berikut pertumbuhannya yang dinamis merupakan sumbangan penting bagi Jakarta menjadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.
  • Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran.
  • 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta (tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta keputusan DPR kota sementara No. 6/D/K/1956).
  • 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia.
  • 1 April 1905 berubah nama menjadi 'Gemeente Batavia'.
  • 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  • 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
  • September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta.
  • 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan. Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia.
  • 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj'a Jakarta.
  • 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai Daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya.
  • Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.
  • 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.
  • Tahun1999, melalaui uu no 34 tahun 1999 tentang pemerintah provinsi daerah khusus ibukota negara republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi pemerintah provinsi dki Jakarta, dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan pada wilyah kota, selain itu wiolyah dki Jakarta dibagi menjadi 6 ( 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu)
  • Undang-undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700)
Sumber : www.jakarta.go.id

Budaya Jakarta (Tari Cokek)

 

Tari Betawi yang sepenuhnya merupakan aneka gerak pencak silat disebut tari silat. Tari ini ada yang diiringi tabuhan khusus yang disebut gendang pencak. Iringan lainnya yang juga bisa digunakan ialah garnbang kromong, gamelan topeng dan lain-lain. Di kalangan masyarakat Betawi terdapat berbagai aliran silat seperti aliran Kwitang, aliran Tanah Abang, aliran Kemayoran dan sebagainya. Gaya-gaya tari silat yang terkenal antara lain gaya seray, gaya pecut, gaya rompas dan gaya bandul. Tari silat Betawi menunjukkan aliran atau gaya yang diikuti penarinya masing-masing.
Pada gamelan ajeng, di samping ada pengaruh Sunda juga tampak adanya unsur Bali seperti pada salah satu lagu yang biasa diiringinya yang disebut lagu Carabelan atau Cara Bali. Pada awainya garnelan ini bersifat mandiri sebagai musik upacara saja. Dalarn perkembangan kemudian biasa digunakan untuk mengiringi tarian yang disebut Belenggo Ajeng atau Tar! Topeng Gong. Orkes ini juga berfungsi sebagai pengiring wayang kulit atau wayang wong yaitu salah satu unsur kesenian Jawa yang diadaptasi oleh masyarakat Betawi terutama di pinggiran Jakarta.

Musik Betawi lainnya yang banyak menyerap pengaruh Sunda adalah gamelan topeng. Disebut dernikian karena gamelan tersebut digunakan untuk mengiringi pagelaran teater rakyat yang kini dikenal dengan sebutan topeng Betaw Popularitas topeng Betawi bagi masyarakat pendukungnya adalah kemampuannya untuk menyampaikan kritik social yang tidak terasa mengpenggeli hati. Salah satu contohnya adalah lakon pendek Bapak jantuk, tampil pada bagian akhir pertunjukan yang sarat dengan nasehat- nasehat bagi ketenteraman berumah tangga. Di antara tarian-tarian yang biasa disajikan topeng Betawi adalah Tari Lipetgandes, sebuah tari yang dijalin dengan nyanyian, lawakan dan kadang-kadang dengan sindiran-sindiran tajam menggigit tetapi lucu. Tari- tari lainnya cukup banyak memiliki ragam gerak yang ekspresif dan dinamis, seperti Tari Topeng Kedok,

Enjot-enjotan dan Gegot. Tari-tarian tersebut bukan saja digemari oleh para pendukung aslinya, tetapi juga telah banyak mendapat tempat di hati masyarakat yang lebih luas, termasuk kelompok etnis lain.

Beberapa penata tari kreatif telah berhasil menggubah beberapa tari kreasi baru dengan mengacu pada ragam gerak berbagai tari tradisi Betawi, terutama rumpun Tari Topeng. Tari kreasi baru itu antara lain adalah Tari Ngarojeng, Tari Ronggeng Belantek, Gado-gado Jakarta. Karya tari ini ternyata mampu memukau penonton, bahkan juga sampai pada Forum Internasional yaitu dalam Festival Tari Antar Bangsa.. Berbagai seni pertunjukan tradisional Betawi telah berkembang sesuai dengan perkembangan jaman dan masyarakat pendukungnya serta merupakan daya pesona tersendiri pada wajah kota Jakarta Untuk dapat menilkmati dan menilainya tiada cara lain yang lebih tepat kecuali menyaksikannya sendiri.

Sumber: www.kotatua.blogspot.com

Pucung Gabus Kuliner Khas Betawi

 
JAKARTA  banyak menyimpan potensi wisata kuliner yang kurang digali. Mungkin ratusan atau ribuan rahasia kuliner Betawi yang masih tersimpan di benak warga Betawi yang sudah renta. Biasanya rahasia ini diteruskan turun termurun dari generasi sebelumnya, seperti masakan Pucung Gabus. Bahkan orangtua Betawi bilang, “Jangan ngaku anak Betawi kalo belum nyobain sayur pucung gabus”.
Setiap daerah pasti punya ciri khusus dalam budaya kuliner mereka. Misalnya saja Surabaya yang terkenal dengan rujak cingurnya. Tak mau kalah, Yogyakarta punya sayur gudek, Sunda tetap eksis dengan lalapannya, begitu juga dengan Madura yang termasyur dengan kelezatan satenya. Setiap daerah selalu membanggakan makanan kas dari daerah masing-masing tak terkecuali orang Betawi yang menjadi masyarakat asli kota Jakarta.
Banyak makanan kas Betawi, bahkan jika mau menghitungnya, jumlahnya tak kalah dengan makanan kas daerah lain. Sebut saja nasi kebuli, sayur babanci, nasi uduk Betawi, dan masih banyak lagi. Ada masakan legenda yang menjadi ikon utama warga Betawi tempo dulu, yakni sayur pucung gabus.
“Kalo kaga kenal ma sayur pucung gabus, jangan berani ngaku jadi anak Betawi dah. Ni masakan sayur ikan yang paling enak di dunia,” puji H Saad, tokoh masyarakat Betawi Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur terhadap masakan yang mulai jarang ditemui tersebut. Beruntung H Saad memiliki istri yang menyimpan resep kuno nenek moyangnya. Makanya begitu kangen dengan masakan tersebut, ia tak sungkan meminta istri untuk membuatnya.
Sayur pucung gabus sendiri berupa sayuran yang terdiri dari ikan gabus dan disajikan dalam potongan kecil layaknya sayur ikan pada umumnya. Apa yang membedakan? pucung gabus dicampur bersama kuah rawon. Masyarakat Betawi dulu lebih nikmat jika melahapnya langsung tanpa sendok atau garpu. Dengan begitu, kelezatan akan lebih terasa.
Membuat sayur pucung gabus memang sedikit ribet karena banyak bumbu yang digunakan. Rempah yang digunakan antara lain, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe merah, jahe, kunyit, dan daun salam. Bumbu-bumbu tersebut kemudian diulek dan ditumis sampai harum, kemudian dimasukkan ke dalam air hingga menjadi kuah pucung.
Untuk membuat sayur tampak lebih hitam dan pekat, terlebih dulu biji kluwek atau pucung dihancurkan dan diambil isinya. Kemudian biji kluwek tersebut dicampur dengan bumbu masak yang telah ditumis. Kemudian dimasukkan ke dalam air dan direbus sampai mendidih dan menjadi kuah pucung. “Itu baru bikin kuahnya doang, belum ngerajang ikannya,” kata H Sumiati pembuat pucung gabus yang bermukim di Cakung.
Sementara itu potongan ikan gabus yang telah digoreng, lanjut Sumiati, kemudian dimasukkan ke dalam kuah pucung. Campuran ikan gabus bersama kuah pucung lalu dipanaskan hingga mendidih. “Untuk mempertahankan keharumannya, biasanya diberikan daun salam utuh ke sayuran yang sedang direbus,” beber H Sumiati.
Rasa pucung gabus memang terbilang unik. Perpaduan bumbu dapur membuat rasa masakan ini begitu terasa. Rasa yang gurih, sedikit asin dan pedas, menjadi ciri kas sayur ini sehingga sulit dilupakan oleh siapa pun yang memakannya. Aroma wangi yang keluar dari kuah pucung pun terasa menggugah kita untuk segera menyantapnya.
Sayur ikan gabus pucung sebagai masakan khas Betawi relatif sulit ditemukan. Hal itu dikarenakan sulitnya mencari ikan gabus di Jakarta saat ini. Seperti yang dilakukan Sumiati, sehingga membuatnya pernah mencoba ikan lain dalam masakan ini. “Gagal, daging ikan hancur dan rasanya nggak seenak ikan gabus,” kata wanita yang mengaku belajar memasak pucung gabus dari ibunya ini.
Menurut Sumiati pucung gabus akan lebih nikmat jika dimakan bersama lalapan seperti, pete, mentimun, kacang panjang, dan daun kangkung. Bagi penggemar pedas, sayur pucung gabus juga tak kalah mantepnya jika dihidangkan dengan sambal terasi atau sambal goreng. Tapi sayang untuk dapat menikmati sayur pucung gabus ini kita tak bisa merasakannya dengan mudah.
Ada beberapa penjual sayur pucung gabus di daerah pinggiran Jakarta Timur atau di Bekasi. Karena untuk mencari sayur ini di Jakarta sudah sulit sekali. “Orang Jakarta sendiri kalau nyari pucung gabus aja ke Bekasi,” kata H Sumiati yang bekerja pada RM Khas Betawi, Harapan Indah, Bekasi.

Sumber: www.poskota.co.id

Masjid Tua Jakarta (Masjid Angke Al-Anwar)

Ketika bahu membahu membantu pasukan Pangeran Fatahillah menggempur VOC di Pelabuhan Sunda Kelapa, sama halnya dengan orang-orang Mataram sebelumnya, orang-orang dari Kasultanan Banten pun memilih menetap di Batavia. Salah seorang yang tidak bisa lepas dari peristiwa itu, adalah nama Tubagus Angke, seorang bangsawan Banten bergelar pangeran yang kemudian wafat di Batavia. Dan keberadaan masjid yang dahulu disebut Masjid Angke saja ini tak terlepas dari keberadaan Tubagus Angke.
Walaupun berukuran kecil –15×15 m2 berdiri di atas lahan 200 m2–, tapi masjid ini adalah salah satu masjid bersejarah yang dilindungi oleh UU Monumen (Monumen Ordonantie Stbl) No.238 tahun 1931, juga diperkuat oleh SK Gubernur KDKI Jakarta tanggal 10 Januari 1972. Bangunannya cukup menarik karena memperlihatkan perpaduan dari berbagai gaya arsitektur. Ada gaya Banten kuno dan Cina, juga pengaruh Hindu.
Atapnya berbentuk cungkup bersusun dua model arsitektur khas Cina, dengan ujung cungkup (nok) berbentuk kuncup melati, tertempel bekas horn sirine kecil. Bentuk jurai/sopi-sopi di masing-masing atapnya membengkok di bagian ujung bawah. Dan di keempat ujung jurainya, bercuping seperti bunga terompet. Bentuk list-plang kayunya bermotif ombak dengan bonggol kuncup melati terbalik di setiap sudutnya. Sedang model kusen pintu berdaun dua, seperti lumpang terbalik bermotif ukir-ukiran di bagian bawah dan atas pintu.
Di halaman belakang masjid ini terdapat beberapa makam. Di antaranya adalah makam dengan nisan bertuliskan Syeikh Ja’far, akan tetapi tidak diketahui asal-usulnya. Di sebelahnya terletak juga 3 buah cungkup dengan nisan bertuliskan huruf Cina. Tapi ada satu makam yang cukup jelas menunjukkan tentang sosok seorang yang dikuburkan di situ. Makam itu milik almarhum Syeikh Syarif Hamid Al Qadri (di timur masjid), yang dikenal sebagai pangeran dari Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat. Tahun 1800-an, ia ditangkap dan dibuang oleh Belanda ke Batavia, hingga kemudian wafat di Batavia. Tertulis pada nisannya, “meninggal dalam usia 64 tahun 35 hari pada tahun 1274 H atau 1854 M”.
Seorang ahli sejarah berkebangsaan Belanda yang mengadakan penelitian tentang masjid ini, DR. F. Dehaan, dalam bukunya “Oud Batavia” menuliskan bahwa Masjid Angke Al Anwar didirikan pada hari Kamis 26 Sya’ban 1174 atau 2 April 1761. Dehaan juga menulis bahwa konon masjid ini didirikan oleh seorang wanita Cina dari suku Tarta yang menikah dengan seorang pria Banten. Kisah itu didapatkan oleh Dehaan melalui cerita dari mulut ke mulut penduduk sekitar Angke ketika itu.
Seperti halnya masjid-masjid yang didirikan pada masa perjuangan, masjid ini pun dijadikan sebagai basis perjuangan masyarakat sekitar masjid setelah proklamasi kemerdekaan. Aksi perjuangan itu terutama dipelopori oleh para ulama Angke, yang mengobarkan semangat kepada para pemuda Angke. Rapat-rapat rahasia yang sering dilakukan di masjid itu tak pernah tercium oleh pihak Belanda. Sehingga dalam perkembangannya, bangunan Masjid Angke Al Anwar tidak sedikitpun tergores oleh peluru Belanda, tidak seperti Masjid Al Mansur di Sawah Lio.
Tapi sayang mungkin karena lebih mengutamakan fungsinya, penambahan-penambahan sarana di pelatarannya membuat masjid terlihat kumuh. Bagian dalam pun demikian, jauh dari kesan bersih. Banyak tukang air yang bertiduran di dalam masjid—-di luar pagar adalah hidran PAM untuk umum. Keberadaannya yang berada disekeliling pemukiman padat model MHT, menguatkan kesan seperti tersembunyi dibalik hiruk-pikuk aktivitas masyarakat sekitar.
Masjid Angke Al Anwar persisnya terletak di Jalan Pangeran Tubagus Angke, Gang Masjid I Rt. 001 Rw. 05, Kelurahan Angke. Dari Terminal Bus Grogol ada beberapa angkutan yang bisa mengantar ke lokasi. Carilah angkutan ke arah Pluit atau Jembatan Tiga. Lalu turun di Fly-Over Jembatan Dua, Jalan DR. Latumeten. Lebih dekat lagi jika menggunakan KA Jabotabek, turun saja di Stasiun Angke.

Sumber: www.belahanjiwa.net




sumber :
http://indopolitiknews.blogspot.com/p/jakarta-punya-berita.html

Bahasa Iklan

Pengertian Bahasa Iklan


Pengertian iklan :

• Berasal dari bahasa Yunani , kurang lebih pengertiannya “ mengiring orang pada gagasan “
• Secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenlakan dabn mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko.
• Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
• Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
• Iklan memiliki berbagai macam jenis, berdasarkan sifatnya iklan dibedakan atas iklan niaga dan nonniaga. Iklan niaga dibuat untuk mempengaruhi khalayak/masyarakat supaya tertarik untuk memiliki, membeli, dan mengunakan produk yang diiklankan. Iklan nonniaga/layanan masyarakat dibuat untuk menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat mempunyai rasa simpati atau memberikan dukungan terhadap hal yang diiklankan.
• Berdasarkan tujuan, iklan dibedakan atas iklan penawaran/permintaan dan iklan pengumuman. Sedangkan berdasarkan ruang (space), iklan dibedakan iklan baris dan displai. Iklan baris adalah iklan yang menggunakan bahasa singkat dan padat. Iklan baris biasanya disusun berdasarkan golongan yang sama. Misalnya: iklan penjualan rumah masuk dalam kolom properti atau rumah dijual.
• Iklan lowongan pekerjaan dan mencari pekerjaan masuk golongan karier, misalnya: pada setiap surat kabar penggolongan iklan diberi nama yang berbeda-beda. Iklan baris memiliki beberapa komponen, yaitu: komponen aktivitas, produk yang diiklankan, spesifikasi produk, dan identitas pengiklan.

Pengertian Bahasa

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Jadi,dapat disimpulkan bahwa Bahasa Iklan itu adalah bahasa yang memiliki:

a. Penggunaan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. Penyusunan secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan
sumber :
http://awesome-gisell.blogspot.com/2010/11/pengertian-bahasa-iklan.html